Ya Allah…
YaRabbal’aalamiin…

Pada suatu hari seekor keldai milik seorang petani terperosok ke dalam perigi buta. keldai ini menangis berjam-jam, sementara petani pula memikirkan apa yang harus diperbuatnya.
Akhirnya petani mengambil keputusan untuk menimbus perigi buta tersebut bersama keldainya. pertimbangan ini diambil kerana pertama : kalau perigi buta itu tidak ditutup, nanti akan membahayakan orang lain pula. pertimbangan kedua: keldai tersebut sudah terlalu tua sehingga tidak terlalu berguna untuk ditolongi lagi.
Si petani kemudian mengajak tetangga membantu menutup perigi buta tersebut.
Dengan penyodok dan cangkul maka mereka mulailah menimbunkan tanah dan batu kerikil ke dalam perigi. pada awalnya si keldai berteriak-teriak sambil menangis pilu. merasakan hiba bila punggungnya tertimpa gumpalan tanah dan batu kerikil, lantas memikirkan petani ingin menanamnya hidup-hidup. tetapi setelah beberapa saat sang keldai kelihatan begitu tenang.
Petani dan para tetangga jadi hairan dengan perubahan sikap keldai. sambil tetap menimbunkan tanah, mereka memperhatikan apa yang dilakukan oleh keldai itu.
Pada saat tanah dan kerikil menimpa punggungnya, si keldai menggerak-gerakkan badannya agar tanah lepas dari badannya, kemudian menaiki tanah tersebut. demikian seterusnya sehingga sampailah si keldai dekat permukaan tanah lalu kemudian melompat dan terus melarikan diri.
Keldai tersebut akhirnya lepas dari bahaya kematian, dan putus asa.
Betapa dalam hidup kita juga, kita sering menerima timbunan masalah yang datang kepada kita. jangan biarkan masalah-masalah ini menimbuni kita hidup-hidup dan secara perlahan-lahan membunuh kita.

Seorang wanita bertanya kepada seorang pemuda tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pemuda berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pemuda ingin menjadi matahari, bukan kupu-kupu atau kumbang yang terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan tetapi pemuda tetap ingin menjadi matahari. Wanita semakin bingung kerana matahari dan bulan takkan boleh bertemu, tetapi pemuda tetap ingin menjadi matahari. Wanita berkata ingin menjadi burung yang mampu terbang ke langit jauh di atas matahari dan pemuda berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah 3 kali menduga namun pemuda tetap keras kepala, ingin menjadi matahari tanpa mahu ikut berubah bersama wanita. Maka wanita itu pun beredar pergi dengan rasa kecewa dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa matahari juga menjadi pilihan pemuda. Sang pemuda merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita menjadi bunga, pemuda ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarannya kepada bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan akhirnya rama-rama yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih iaitu memberi tanpa syarat, tanpa mengharapkan imbuhan dan balasan.
Saat wanita menjadi bulan, pemuda tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat akan matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak berupaya menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini dinamakan pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta. Dan saat wanita jadi burung yang dapat terbang tinggi jauh ke langit, bahkan di atas matahari, pemuda tetap selalu jadi matahari agar burung tetap bebas untuk pergi pada bila-bila masa pun yang ia mahu dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan burung untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk burung.
Matahari selalu ada untuk burung bila-bila pun ia mahu kembali walau burung tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain burung yang berupaya masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya. Ini disebut sebagai kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan tegar untuk memaafkan. Pemuda tidak pernah menyesal menjadi matahari untuk wanita yang dicintainya...